Rumit

Kisah kita rumit, Seperti materi fisika yang selalu membuat kepalaku pusing tujuh keliling. Kisah kita rumit, Habis manis sepah dibuang, barangkali itu penggalan dari karma yang getir. Kisah kita rumit, sangat. Pelik dijelaskan apalagi diungkapkan. Niscaya banyak waktu untuk bisa membuat orang lain mengerti akan semua kisah kita, mulai dari trenyuh tenteram sampai gemuruh guram….

Berhitung

Pertama, Aku disini siap menerima, memberikan lengan jikalau nanti kau pulang, ‘kan kuberikan pelukan hangat. Cemasmu, lengahmu ‘kan kuhilangkan, lalu kugantikan dengan rasa nyaman. Kedua, Aku tak ‘kan pernah lelah. Aku masih menunggu kau singgah. Jika tak hari ini, tak masalah. Waktuku masih panjang, tak perlu terburu-buru. Ketiga, Aku ‘kan tetap memberimu semangat jika kau…

Desember to Remember Us

Aku menyukai Desember. Bulan dimana aku sibuk mengingatmu, mengingat kita yang pernah ada, meski sebatas hampir. Desember, mungkin bagi kebanyakan orang adalah tentang musim hujan. Sedang bagiku? Desemberku adalah tentang kamu. Dua lima Desember yang lalu, sampai sekarang pun masih begitu. Desember, waktu dimana aku menemukanmu yang meski sudah berkali-kali bertemu, namun bagiku, ini adalah…

Merry Christmas

Pagi itu, dalam suasana yang sejuk, kita berdua bersama saling menghangatkan tubuh yang tertusuk oleh dinginnya hawa dini. Sepanjang perjalanan kupeluk erat ragamu, sesekali kaupun genggam tanganku, dan tak jarang bertanya, “apakah kau baik-baik saja?” Padahal yang aku tau, dirimulah yang sedang tidak baik-baik saja. Terasa indah dan hangat, matamu, tawamu, caramu memperlakukanku. Ah, semuanya….

Berkaca

Mungkin ada baiknya kita berkaca. Kau menjadi aku, dan aku menjadi dirimu. Kau bertahan sepertiku, sedangkan aku melakukan semua hal yang kau lakukan persis kepadaku beberapa waktu yang lalu. Jika tiba-tiba kau merasa sakit, benci, hingga pusing tiada henti, maka selamat. Berarti kau telah merasakan dan mengerti perihal apa yang aku alami kemarin. sumber :…

Jawaban

Kamu, (n). adalah jawaban dari mengapa aku begini, jawaban dari semua coretan yang ku buat. Sayangnya, sampai saat ini kau tak paham juga, meski sebenarnya kau tau itu. Jika suatu saat nanti kita bertemu, akan ku ceritakan, betapa teririsnya hati ketika aku mengetik tulisan-tulisan sampah ini. -mpritttt.

Lupa ya?

Kau ingat? Dulu kau datang, tawarkan berjuta harapan padaku. Perlu kau tau, Betapa hatiku beku saat itu, lukaku masih basah karena orang lain. Kau ingat? Katamu aku manis, lucu, hingga mampu membuatmu tertawa tak seperti sebelumnya, ketika kau masih bersama yang lain. Kau mampu buatku terbang bersama ribuan burung yang senantiasa ikut merayakan bersamaku. Perlu…